Novel Lama yang Harus Anda Baca Sebelum Meninggal

Temukan 5 novel lama yang sangat mengesankan dan wajib anda baca sebelum meninggal. Dari karya klasik hingga modern, novel ini akan memberikan pengalaman membaca yang tak terlupakan.

Novel lama Layar Terkembang

novel lama layar terkembangNovel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1937.
Novel ini menceritakan kehidupan dari dua saudara, Tuti dan Maria, anak dari Raden Wiriaatmaja, seorang pensiunan wedana di Jakarta. Kisah dimulai saat ketiga tokoh utama, Tuti, Maria, dan Yusuf, bertemu di sebuah gedung aquarium.

Maria mudah terpengaruh dan mudah mengekspresikan perasaan, sementara Tuti adalah seorang guru dan pemikir yang memiliki pandangan sendiri dan memegang teguh keyakinannya. Kesepian mulai timbul di hati Tuti ketika ia melihat kemesraan antara Maria dan Yusuf yang menyatakan cinta satu sama lain. Namun, Tuti tidak setuju dengan hubungan tersebut karena akan mengakibatkan pandangan rendah terhadap kaum wanita.

Novel lama Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari

Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari mengisahkan tentang seorang anak bernama Srintil yang tinggal di desa Dukuh Paruk. Srintil sangat pandai menari dan memiliki bakat sebagai ronggeng. Srintil dibesarkan oleh kakek dan neneknya dan memiliki teman-teman bernama Rasus, Warta, dan Darsun. Kehadiran Srintil dianggap sebagai peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh penduduk Dukuh Paruk, karena Srintil dapat menghidupkan kembali tradisi ronggeng yang sudah hilang.

Srintil akhirnya dibesarkan oleh seorang dukun ronggeng bernama Kertareja dan istrinya untuk menjadi ronggeng besar. Namun untuk mencapai tujuannya, Srintil harus menjalani berbagai tahapan, termasuk ritual buka kelambu. Dalam ritual ini, Srintil harus menyerahkan keperawanannya kepada laki-laki yang memenuhi syarat.
Rasus tidak setuju dengan hal ini dan menawarkan diri untuk menjadi laki-laki yang menerima keperawanannya. Srintil akhirnya memilih Rasus, meskipun tanpa imbalan apapun. Setelah ritual buka kelambu dilakukan, Srintil menjadi ronggeng yang sangat terkenal dan laris manis. Namun, Srintil harus memikul beban moral dan emosional yang berat setelah menjalani ritual buka kelambu.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk membahas tentang tradisi dan budaya ronggeng yang masih ada di masyarakat pedesaan, serta mengungkapkan beberapa masalah yang terkait dengan tradisi tersebut seperti moral dan masalah keperawanan. Novel ini memperlihatkan bagaimana Srintil harus mengatasi berbagai dilema dalam hidupnya demi mencapai cita-citanya menjadi ronggeng.

Baca juga:  7 Fakta Menjanjikan Tentang Penerbitan Digital

Novel lama Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer

Novel Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer adalah novel terakhir dalam Tetralogi Buru dan memiliki sudut pandang yang berbeda dari tiga novel sebelumnya. Novel ini mengikuti Jacques Pangemanann, seorang anak bangsa berpendidikan Eropa asal Makassar, yang bekerja pada pemerintah kolonial. Kisah hidup Jacques dimulai dari masa-masa sebagai yatim piatu hingga bekerja sebagai polisi negeri dan memimpin penumpasan gerombolan Si Pitung.

Setelah menumpas Si Pitung, Jacques mengalami promosi sebagai Komisaris Besar Polisi dan ditugaskan untuk mengawasi kebangkitan nasional di Hindia, yang diawali oleh Raden Mas Minke. Jacques diminta membuat laporan tentang tulisan-tulisan Minke dan rekomendasi tindakan yang harus diambil terhadapnya. Namun, usaha Jacques untuk melakukan rekomendasi tersebut terus gagal.

Jacques kemudian ditugaskan untuk meneliti kebangkitan nasional di kawasan Asia dan mengasingkan Minke ke Maluku. Setelah pengasingan Minke, Jacques mengalami promosi sebagai penasihat ahli Gubernur Jenderal Hindia dan ditempatkan di kawasan istana. Namun, istri dan anak-anak Minke harus meninggalkan rumah mereka.
Dalam novel ini, Pramoedya menggambarkan bagaimana Jacques menyadari betapa tidak adil pemerintah kolonial dan mempertanyakan sikapnya sebagai seorang polisi yang selama ini membela pemerintah kolonial. Jacques mulai merasa tidak nyaman dengan keputusan-keputusannya dan berusaha mencari jalan keluar.

Novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli

Novel ini menceritakan kisah Samsul Bahri dan Sitti Nurbaya yang sudah saling dekat sejak dari sekolah rakyat. Samsul Bahri adalah anak Sutan Mahmud, seorang penghulu di Padang, sedangkan Sitti Nurbaya adalah anak dari pedagang kaya, Bagindo Sulaiman.

Datuk Maringgih, seorang kaya yang kikir di Padang, menipu Bagindo Sulaiman dan membuatnya jatuh miskin. Datuk Maringgih akhirnya memaksa Sitti Nurbaya untuk menikah dengannya dengan syarat agar Bagindo Sulaiman tidak dipenjarakan. Mendengar pernikahan tersebut, Samsul Bahri sangat kecewa dan nekad bunuh diri, namun rencananya gagal.

Samsul Bahri memutuskan untuk menjadi opsir Belanda dan dikirim ke Padang untuk memadamkan suatu pemberontakan. Dalam pertempuran tersebut, Datuk Maringgih meninggal dan Samsul Bahri pun meninggal setelah berada di rumah sakit. Sitti Nurbaya ternyata sudah lama meninggal karena diracun oleh Datuk Maringgih.
Di Gunung Padang, saat ini terdapat lima kuburan yang berjejer, yaitu kuburan Bagindo Sulaiman, Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, Sitti Maryam (ibu Samsul Bahri), dan Sutan Mahmud (ayah Samsul Bahri).

Baca juga:  Menulis daftar pustaka - Panduan lengkap

Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah Karya Hamka (1938)

Novel ini  menceritakan tentang Hamid dan Zainab. Hamid dulunya berasal dari keluarga kaya raya, tetapi ayahnya meninggal dan keluarganya menjadi miskin. Keluarganya juga ditinggalkan oleh teman dan keluarga mereka.
Hamid membantu ibunya dengan berjualan kue dan bertemu dengan Mak Asiah, istri dari H. Ja’far. Mak Asiah dan ibu Hamid cepat akrab dan Hamid disekolahkan oleh H. Ja’far. Hamid dan Zainab serasa kakak-beradik dan bersahabat.

Setelah tamat sekolah dasar, Hamid dan Zainab harus terpisah karena adat setempat. Hamid melanjutkan pendidikan di Sekolah Agama, sementara Zainab dipingit. Hamid mulai merasa gelisah karena merindukan Zainab dan menyadari bahwa dia mencintainya.

Suatu hari, Hamid bertemu dengan Mak Asiah dan disuruh datang ke rumahnya. Setelah berbicara dengan Mak Asiah, Hamid memperoleh kejelasan tentang perasaannya dan masa depan mereka.

Pada saat Hamid datang ke rumah Mak Asiah, dia bertemu dengan Zainab. Mak Asiah memperkenalkan Zainab sebagai tunangannya. Hamid sedikit terkejut dan terluka karena merasa cintanya pada Zainab tidak diterima. Namun, dia tidak memperlihatkan perasaannya dan mengucapkan selamat pada Zainab atas kabar baik tersebut. Setelah itu, Hamid memutuskan untuk meninggalkan Padang dan melanjutkan pendidikannya di luar kota.

Setelah beberapa tahun berlalu, Hamid kembali ke Padang dan menemui Zainab dan Mak Asiah. Dalam pertemuan itu, Hamid mengetahui bahwa Zainab belum menikah dan memutuskan untuk meminta maaf atas perasaannya yang dulu. Zainab ternyata memaafkan Hamid dan mengakui bahwa dia juga merasa sama. Keduanya pun memutuskan untuk menjalani hidup bersama dan memulai hidup baru.

Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) mengisahkan tentang perjalanan hidup Hamid dan Zainab, dari masa kecil hingga dewasa. Novel ini juga menggambarkan bagaimana takdir dan nasib memainkan peran penting dalam hidup seseorang. Hamid dan Zainab harus berjuang melalui banyak rintangan dan tantangan, namun mereka tetap saling membantu dan berpegang pada cinta satu sama lain.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *