Keindahan dan Kedalaman Cinta dalam Kumpulan Puisi “Iman” Karya Timur Sinar Suprabana

Iman Timur Sinar Suprabana

 

Buku puisi Iman karya Timur Sinar Suprabana merupakan kumpulan puisi yang mengangkat tema cinta, kehidupan, dan perasaan manusia. Dari tangannya, puisi-puisi ini tidak hanya menjadi sekadar rangkaian kata-kata, tetapi juga manifestasi dari pengalaman dan emosi yang mendalam. Diterbitkan oleh Ciprinus pada Juni 2024, buku ini mencakup sejumlah puisi yang menggugah perasaan dan memberikan refleksi mendalam tentang makna kehidupan.

 

Peristiwa

Puisi Peristiwa menggambarkan suasana yang mengombinasikan kegembiraan dan keraguan. Dengan menggunakan gambaran “angin berlendanglendang” dan “senja sudah membayang,” Timur Sinar Suprabana menciptakan suasana yang memikat. Penggunaan kata-kata seperti “kekasihku” dan “hatiku” menegaskan tema cinta yang mendalam, sedangkan elemen visual seperti “bulan mengapung dengan warna kesumba” memberikan sentuhan estetika yang indah.

 

kotaCinta

Puisi ini berfokus pada perasaan cinta yang mendalam dan kebutuhan akan kehadiran seseorang yang dicintai. Frasa “jika tiada kau yang menghuni” menekankan pentingnya kehadiran kekasih dalam membangun “kotaCinta” di dalam dada. Kata-kata yang dipilih dengan cermat menciptakan suasana harapan dan kerinduan yang kuat.

 

pergi

Dalam puisi ini, Timur menggambarkan perjalanan batin menuju kedalaman hati dan keintiman dengan kekasih. Penggunaan kata-kata seperti “sunyi tanpa tepi” dan “Nadi” menciptakan gambaran yang tenang namun penuh makna. Puisi ini mengekspresikan kerinduan untuk menemukan kedamaian dalam cinta.

Baca juga:  5 Buku Pengembangan Diri Terbaik dan Legend

 

l i r i h

Puisi ini mencerminkan perjalanan yang jauh untuk menemukan cinta. “Kutempuh ke Basuh” dan “Segala jauh” menunjukkan perjalanan fisik dan emosional yang ditempuh untuk mencapai cinta yang sejati. Penggunaan metafora dan bahasa yang sederhana namun kuat memberikan kekuatan emosional pada puisi ini.

 

kerna aku ini Fana, kekasih

Dalam puisi ini, penulis mengekspresikan perasaan hampa dan kesedihan yang mendalam. “Repih dan Sia” mencerminkan ketidakberdayaan di hadapan perasaan yang mendalam. Namun, senyuman kekasih memberikan harapan dan kekuatan untuk menghadapi kesulitan hidup.

 

kudekap engkau

Puisi ini merupakan dedikasi khusus kepada istrinya, Dewi Nurliyanti. Dengan kata-kata yang penuh kasih dan intim, Timur mengekspresikan keindahan dan kedalaman cinta mereka. “Segala yang pasi kini mati” dan “kerna kita Kekal di dalam kefanaan” menegaskan bahwa cinta mereka akan bertahan selamanya, melampaui kefanaan dunia.

 

J a h a t !

Puisi ini menyoroti sifat jahat yang ada dalam manusia, baik itu dalam bentuk mata, hati, cinta, atau rindu. Setiap elemen yang disebutkan diakhiri dengan kata yang menggambarkan kejahatan, seperti “Jerat,” “Khianat,” dan “Syahwat.” Penggunaan repetisi dan ritme dalam puisi ini menciptakan efek yang menegangkan dan memperkuat pesan moralnya.

Baca juga:  Review Buku Ego Is The Enemy

 

aku menyaksikan

Puisi ini menggambarkan pengamatan penulis terhadap kehidupan sehari-hari di kota, di mana ia melihat berbagai aktivitas manusia. Namun, di balik pengamatan ini, terdapat kerinduan mendalam akan kekasihnya yang berada di Jakarta. Pertanyaan retoris seperti “apakah hatimu masih mencintaiku?” menciptakan suasana introspektif dan penuh keraguan.

 

Antologi ini memuat 53 puisi dan setiap puisi dalam buku ini mencerminkan berbagai aspek kehidupan dan perasaan manusia, mulai dari cinta, kerinduan, kesedihan, hingga pengamatan terhadap dunia di sekitarnya. Melalui penggunaan bahasa yang indah dan metafora yang kuat, Timur berhasil menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan memikat pembaca. Buku ini tidak hanya sekadar kumpulan puisi, tetapi juga sebuah perjalanan emosional yang menggugah perasaan dan memberikan refleksi mendalam tentang kehidupan dan cinta.

 

Dan kabar baiknya adalah…

Ebook kumpulan puisi Iman karya Timur Sinar Suprabana ini dibagikan kepada Anda secara gratis [download di sini].

 

[Jika Anda ingin traktir Mas Timur, hubungi kami di sini ]

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *