Show, Don’t Tell: Panduan untuk Para Penulis

Panduan untuk para penulis ini berkaitan dengan show, don’t tell.  Tunjukkan, dan jangan ceritakan. Sederhana, tapi wajib Anda sadari.

Cedera kepala, kesulitan bernapas dan perut sakit. Mungkin ini adalah ketiga hal yang paling menyebalkan dalam hidup saya.

Saya ingin berbicara tentang bagaimana mengubahnya menjadi sebuah cerita yang kuat. Tapi ya, lebih baik jangan berkata “saya ingin” melainkan “apa yang Anda rasakan mendengar penampilan saya?”

 

Perbedaan antara menunjukkan (show) dan menceritakan (tell)

Menunjukkan adalah mengungkapkan apa yang terjadi di dalam cerita

Menceritakan adalah menjelaskan keadaan dari cerita

Contoh:

– Bagaimana kamu bisa menunjukkan?

– Anda bisa menunjukkan dengan menggunakan kata kerja aktif dan kata benda yang kuat. Misalnya, daripada mengatakan “Saya sangat lelah,” Anda bisa menulis sesuatu seperti: “Mata saya terasa seperti mau copot dari kepala saya.” Hal ini memungkinkan pembaca mengalami bagaimana rasanya karakter Anda merasa lelah tanpa harus memberi tahu mereka secara eksplisit.

– Cara lain adalah melalui detail sensorik yang memungkinkan pembaca mengalami apa yang dilihat, dicium, dicicipi, dan disentuh oleh karakter Anda di dunia mereka. Detail-detail ini membuat cerita terasa lebih hidup dan realistis karena menciptakan gambaran mental yang lebih kaya dalam pikiran kita. Sebagai contoh: “Udara masih hangat dari sinar matahari sore ketika saya masuk ke dapur.”

panduan sederhana penulis

Panduan untuk para penulis: tips untuk tidak menceritakan

– Jangan menceritakan kepada pembaca apa yang dipikirkan, dirasakan atau dialami oleh karakter Anda.

Baca juga:  Teknik membuat dialog dalam cerita

– Jangan katakan kepada pembaca apa yang dikatakan oleh karakter Anda.

– Jangan katakan apa pun kepada pembaca!

Panduan untuk para penulis: gunakan dialog

Dialog adalah cara yang bagus untuk menunjukkan, tetapi bisa jadi sulit untuk melakukannya dengan baik. Anda ingin dialog terdengar alami dan tidak kaku atau dipaksakan, sehingga pembaca Anda mendengarkan percakapan alih-alih membaca apa yang ada di halaman.

Dialog bisa digunakan untuk menunjukkan:

– Pikiran, perasaan dan motivasi

– Konflik antar tokoh

– Hubungan antar tokoh

Panduan untuk para penulis: sentuh ke indera pembaca

Detail sensorik: biasanya tidak ditulis dengan penjelasan yang secukupnya, jadi banyak orang percaya detail-detail sensorik adalah informasi yang sesungguhnya. Seperti contoh di atas: “Aku senang bau buku-buku baru ini…”

Perumpamaan dan metafora: metafora adalah satu simbolik di mana kata tanpa arti memiliki arti lain (misalnya, “Aroma udara seperti bunga mawar”). Perumpamaan adalah menggunakan gambar atau imajinasi untuk mengatakan sesuatu yang tidak tampil secara nyata dalam cerita. 

Dialog (dialog internal): dialog internal adalah dialog antara tokoh dengan dirinya sendiri. Biasanya digunakan untuk memberitahu kepada pembacam bahwa tokohnya sedang berpikir tentang masalah tertentu, sering membantu pembaca mengidentifikasi emosi tokoh secara lebih cepat daripada melihat ekspresi wajah mereka saja

Gunakan Kata Kerja yang Kuat

Gunakan kata kerja yang kuat dalam kalimat Anda. Kata kerja yang kuat akan menambah dampak dan kedekatan pada tulisan Anda. Hindari kata kerja yang lemah seperti was atau have been, atau kata-kata seperti thing atau stuff yang samar-samar dan tidak benar-benar memberi tahu pembaca apa yang terjadi.

Baca juga:  5 Tips Mudah Menulis Puisi Cinta

Tahan dorongan untuk menjelaskan

Anda dapat melakukannya dengan menggunakan dialog, detail sensorik dan kata kerja aksi daripada menceritakan semuanya secara langsung. Dengan cara ini tindakan karakter Anda akan berbicara lebih keras daripada kata-kata yang mungkin Anda gunakan untuk memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi!

Kesimpulan: Menampilkan menghidupkan cerita Anda dan membantu pembaca terhubung dengannya.

Show, don’t tell adalah teknik menulis yang membantu penulis menghindari memberi tahu pembaca apa yang terjadi dan sebaliknya menunjukkan kepada mereka melalui tindakan dan dialog. ‘Menunjukkan’ atau show dapat menciptakan pengalaman yang lebih intim bagi pembaca Anda dan membuat cerita Anda lebih menarik.

Ini bukan konsep yang rumit, tetapi ini adalah salah satu yang dapat membuat perbedaan besar pada tulisan Anda. Menunjukkan itu baik, menceritakan itu buruk. Dan cara terbaik untuk menunjukkan adalah melalui karakter dan tindakan mereka: apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya.

 

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *