Mana jodoh saya – inilah jawabnya

Jodoh saya ada di mana, ya Allah? Siapa jodoh saya? Kapan saya mendapatkannya? Saya harus melakukan apa untuk mendapatkannya?

Buku The Amazing Jodoh karya Dinar Rafikhalif yang diterbitkan oleh Penerbit Cipta Prima Nusantara (Ciprinus) memberi jawaban tentang hal ini.

jodoh saya

Oh, jodoh saya …

Pernahkah anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan galau tentang jodoh?  Ya. Mungkin, sekarang ini anda sedang bertanya soal jodoh anda dengan perasaan gelisah.

Tahukah anda, pertanyaan yang sama juga sering membuat cemas para orang tua yang berpikir ‘anak saya belum laku’. Anak sudah mencapai usia matang dan siap menikah, tetapi dia rupanya belum mendapatkan pasangan hidup.

Jodoh saya memang selalu menjadi misteri dan kita manusia tidak bisa menjawabnya dengan keakuratan signifikan. Jawabnya selalu berakhir dengan, “Jodoh adalah takdir. Jodoh saya berada di tangan Allah.”

Jodoh saya ada mana, ya Allah?

“Rani, kamu sekarang sudah 24 tahun. Kenapa tidak menikah,” tanya Bulik Surti.

Rani hanya tersenyum, lalu senyum itu ditelan lagi bersamaan dengan kegetiran dan perasaan yang sulit diceritakan. “Jodoh saya di mana, ya Allah. Dekatkanlah jika masih jauh…”

Berulang kali anda sudah mengerti bahwa jodoh adalah salah satu takdir Allah yang berlaku untuk manusia. Jodoh saya adalah takdir Allah. Tapi di sisi lain anda juga mendengar dari ucapan Pak Ustadz bahwa manusia diciptakan berpasangan.

Dari dua pernyataan di atas, muncul dalam logika berpikir anda bahwa Allah sudah menentukan siapa  jodoh anda karena anda diciptakan berpasangan.

Yang menggelisahkan, tentu, takdir Allah tidak sesuai dengan keinginan anda. Anda ingin cepat mendapatkannya, tetapi takdir Allah belum jatuh masa temponya.

Baca juga:  Mengapa Orang Dewasa Malas Membaca

Jodoh punya jalannya sendiri

Dalam Islam, pintu menuju jodoh mempunyai 1.000 jalan, seperti halnya jalan rezeki. Seringkali anda membuat skenario sendiri jalan jodoh anda. Tetapi, skenario tersebut tidak seperti yang anda pikirkan. 

Buku The Amazing Jodoh ini menjelaskan bahwa sepasang pria dan wanita akan segera melangsungkan pernikahan yang sah setelah mereka saling kenal dalam jangka waktu yang tidak boleh terlalu lama. Sehingga ada pepatah “tak kenal maka ta’aruf”. 

Dalam buku tersebut, ada sebuah jokes yang mengatakan, bila kita mendapatkan jodoh yang agamanya bagus kita mendapat nilai 1. Bila fisiknya bagus, nilainya bertambah menjadi 10. Jika keturunannya bagus, nilainya bertambah menjadi 100. Dan kalau hartanya juga bagus nilai akhirnya menjadi 1000. 

Tapi kembali lagi, bila agamanya jelek, maka angka 1 di depan tadi juga ikut hilang. Sehingga menjadi percuma karena hanya bernilai 000 saja. Sehingga dalam hubungannya dengan anjuran “tak kenal maka ta’aruf”, anda wajib memperhatikan pertimbangan-pertimbangan penting di atas.

Saya harus melakukan apa untuk mendapatkan jodoh?

Jika anda yakin 100 persen bahwa jodoh adalah takdir Allah, anda tak usah cemas dan khawatir. Anda harus optimis, bahwa Allah akan mendekatkan jodoh anda dan mengantarkan pada saat yang tepat. 

Tetapi, anda ngeyel, “Siapa tahu Allah menakdirkan saya tidak berjodoh?” Wah, kalau anda berpikir seperti ini, anda berarti berpikir negatif dan meragukan ketentuan Allah. Jangan. No way.

Saran saya, cobalah anda berusaha memantaskan diri bahwa anda sudah siap dan layak mendapat jodoh anda. Ibaratnya, jika anda ingin mendapatkan nilai bagus untuk mata kuliah anda, cobalah memantaskan diri bahwa anda layak mendapatkan nilai bagus. 

Baca juga:  Ulasan buku Menjual Diri - Prie GS

Caranya? Ya, menjalin hubungan yang baik dengan dosen mata kuliah tersebut. Menghormati dosen anda, mengerjakan tugas-tugas yang beliau berikan, belajar tekun, dan seterusnya.

Begitulah kurang lebihnya. Pantaskan diri anda untuk mendapatkan jodoh yang baik. Bergaulah dalam kegiatan-kegiatan sosial yang positif, mengenal lebih banyak orang, memberikan nilai positif di lingkungan anda, dan…

….berdoalah.

Yakinlah, seandainya takdir jodoh anda masih jauh, Allah bersedia menggeser jarak itu lebih dekat. Bukankah yang seperti itu tidaklah sulit bagi Allah. Ibaratnya, jika presiden mau menggratiskan uang kuliah untuk anda, dia hanya menulis surat kecil ditujukan kepada rektor anda. Simpel, kan?

Oke. Anda masih belum puas dengan jawaban sederhana ini? Apakah anda masih mempunyai ganjalan pertanyaan yang belum mendapatkan jawabannya? Apakah anda ingin mendapatkan penjelasan yang lebih gamblang dengan cerita, kisah, dan inspirasi tentang bagaimana orang-orang seperti anda mendapatkan jodoh dengan cara yang indah?

Buku The Amazing Jodoh memberi jawabannya.

Rating Buku

Buku ini saya beri rating 4; isinya inspiratif dan cara penyajiannya kreatif.  Saya merekomendasikan buat anda terutama anda yang sedang gelisah dan kurang yakin bahwa jodoh itu Allah yang mengaturnya. 

Baca juga: cara memilih buku bacaan yang memberikan energi positif.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *